Tampilkan postingan dengan label Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Me. Tampilkan semua postingan

29 Agustus 2013

My Bad Feeling

I think I need an exercise for my body. My body is hurt. After passing the busy two weeks, take control pick and send all my kids to their school and activities. Now, I realized that is not easy to do myself.
But, in the same time... I realized too. If something happens to me, all of my children's activities will screw up. So, I thought to teach them how to go to school without my help sometimes. Not every day. Just to make sure they didn't hang with me too much. I want they know how to get home even I can't pick them up.

21 Agustus 2013

Batas Pendidikan seorang Calon Ibu Rumah Tangga

Setiap kali melihat seorang anak perempuan remaja yang hampir menyelesaikan sekolah SMU mereka, saya selalu mengucapkan pesan yang sama. Pesan yang selalu ingin saya ucapkan untuk semua perempuan muda di dunia, termasuk kelak menitipkan pesan yang sama untuk kedua putri saya. 

Apapun yang kalian hadapi, siapapun kalian, sebanyak apapun harta peninggalan orangtua kalian nanti, atau bahkan ketika seluruh dunia bilang bahwa seorang perempuan itu pekerjaannya hanya dapur dan kasur, jangan pernah melupakan satu hal.
Kalian, para perempuan berhak untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Jika memiliki kesempatan, segera raih dan genggam erat-erat kesempatan itu. Jika tak punya, maka buatlah agar kesempatan itu ada. 

14 September 2012

Berada di Ujung Keputusan (Kista Endo & Kesehatan Rahim)


Perlu 6 hari untuk merenungi apa yang ingin saya lakukan, perlu 6 hari untuk memutuskan apa yang harus saya bagikan agar bisa menjadi manfaat selain mengeluh dan mengeluh.

Setelah hampir tiga bulan, saya kembali ke dokter spesialis kandungan untuk pengecekan. Beberapa minggu sebelumnya, luka operasi laparoskopi saya hampir mengalami infeksi karena perut saya tak sengaja menabrak ujung nakas yang tepat mengenai luka operasi hingga kembali membengkak. Karena itu sekalian mengecek kenapa kok masih saja rasa sakit pra haid tetap datang, saya pun kembali.

23 Juli 2012

Ramadhan Tiba

Ramadhan baru dimulai, tapi berkahnya sudah terasa sampai di hati. Subhanallah...

Tidak ada yang spesial akhir-akhir ini selain Ayah yang semakin sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan sabtu kemarin, kami terpaksa mengalah. Ayah harus lembur hingga sore hari. Biarlah, namanya juga bertambah tanggung jawab, sebagai istri harus bisa memahaminya kan?

26 Juni 2012

Mood di level Bawah


Seharusnya saya menyiapkan segala hal untuk acara Cindy dengan hati gembira. Memang gembira, tapi tetap saja mood masih tetap tidak baik. Sepanjang hari tak satupun kerjaan selesai kecuali untuk kantong sovenirnya. Rupanya flu Fira sudah mulai menulariku.

Tapi tetap berharap, semoga minggu ini semuanya berjalan lancar. Kakak dan abang sama-sama naik kelas, kalau perlu nilai mereka juga bagus-bagus. Kakak bisa mengikuti acara khatam dan wisudanya dengan baik, Nenek memperoleh hasil evaluasi pengobatan yang tepat dan bagus, Ayah bisa cuti dan Kai gak sakit supaya bisa menemani anak-anak bermain.

Untuk saya, masih dalam kebimbangan. Antara mau ikut pulkam atau tetap tinggal karena kondisi badan yang masih terasa gak enak. Duh, inilah akibatnya kalau tidak mau mendengarkan suami. Walaupun tadi sudah berusaha keras membangun mood dengan mulai menulis sambil menjaga Fira tidur, eh, malahan diketawain Fira karena tertidur di atas laptop. Lucu juga sih kalau ingat! Aah, Emak lagi berada di level terbawah hari ini.

Semoga besok semangat kembali lagi.

Hiks!

16 Maret 2012

Untuk Papa Tersayang



Jika orang bertanya siapa pria idolaku? Jika orang bertanya, siapa pria kebanggaanku? Atau siapakah pria yang paling kusayangi? Kujawab semua itu dengan satu kata "Papa"

Papa bukanlah idola biasa.


Karena Papa mengajariku tentang dunia, mengurus dan menjagaku dengan penuh cinta, menggandeng tangan dan mengobarkan semangat saat ragu menyelimutiku.


21 Desember 2011

Menunggu Bisa Jadi Inspirasi


Siapa bilang menunggu itu membosankan? Siapa bilang mengurus orang sakit itu menghentikan kegiatan? Setidaknya saya tidak, selama menunggu proses pemeriksaan mama, berjuang menanti kamar yang tak kunjung kebagian sampai menunggu operasi lebih dari 5 jam, seminggu bolak balik rumah sakit justru membuat ide-ide mengalir lancar.

Beberapa karya saya hasilkan dari ruang tunggu Dharmais, ruang pemeriksaan Mamograf sampai di depan kamar operasi. Bahkan di ruang bermain ketika saya bertemu dengan beberapa pasien anak-anak yang didampingi ayah ibu mereka, saya peroleh banyaaaak sekali cerita-cerita lucu sekaligus mengharukan. Salah satunya Giliran ke Surga. Ada juga Dan Mama Ternyata Bisa Sakit.


Jadi, jika mengalami writer block… keluarlah dari “gua” anda… mengobrol, berbincang dan mendengarkan kisah orang lain akan membuat banyaak sekali inspirasi. Setidaknya dalam dua minggu itu, saya menyelesaikan sedikitnya 8 tulisan, empat untuk memenuhi kontrak saya dengan sebuah PH. Padahal sebanyak-banyak saya menulis paling dua dalam seminggu, jadi ini benar-benar peningkatan luar biasa buat saya. Sungguh ada saja cara Allah menguji kita, tapi ternyata selalu ada hikmah di baliknya.

18 Desember 2011

Dan Mama Ternyata Bisa Sakit


Selama bertahun-tahun sejak menikah, aku memang mulai merasa jauh dengan Mama. Mungkin karena aku sudah terbiasa hidup dengan keluarga baruku selama tiga belas tahun terakhir ini. Jarak tempat tinggal yang jauh selama sepuluh tahun terakhir antara Balikpapan dan Jakarta membuatku akhirnya tak lagi terlalu dekat dengan Mama.

Lalu ketika Papa pensiun dan Mama pindah bersama beliau ke Cilegon, aku tetap belum bisa sedekat dulu. Tiap kali berkunjung, Papa dan Mama sudah dikuasai tiga anakku terutama si jagoan yang teramat dekat dengan Neneknya. Aku juga malu bermanja seperti dulu kalaupun kulakukan hanya untuk menggoda anak-anaknya. Biarpun demikian, aku tahu akulah tempat curhat Mama selalu. Ada banyak hal yang disimpannya ketika kami tak bertemu, lalu ia tumpahkan semua sekali waktu ketika aku mengunjunginya setiap liburan sekolah anak-anak. Adik-adikku bahkan heran karena Mama bisa begitu terbuka padaku tapi lebih banyak diam pada mereka yang tinggal di kota yang sama. Aku juga bingung, tapi biarlah itu jadi rahasia Mama.